liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138
ESDM Lobi Perbankan Untuk Salurkan Pembiayaan Proyek Smelter Bauksit

Perusahaan Cina Bakal Bangun Smelter Aluminium Rp 89 Triliun di Bintan

Perusahaan China, Shandong Nanshan Aluminium, berencana memperluas pabrik alumina barunya di Indonesia menjadi kompleks peleburan aluminium berkapasitas 250.000 ton per tahun senilai US$ 6 miliar atau sekitar Rp 88,9 triliun pada 2028.

Shandong Nanshan adalah salah satu dari kelompok perusahaan China yang sedang berkembang yang melakukan investasi bernilai miliaran dolar di Asia Tenggara, khususnya di sektor pemrosesan logam dan penyulingan minyak.

Perusahaan asal Negeri Panda itu memulai proyek pabrik alumina berkapasitas 2 juta ton per tahun pada November tahun lalu di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang di Pulau Bintan, Kepulauan Riau.

Nanshan mengolah bauksit yang ditambang dari wilayah Kalimantan di Indonesia dan mengekspor alumina ke negara tetangga Malaysia dan juga menjualnya ke pedagang internasional. Nanshan berniat mulai membangun unit peleburan aluminium pada akhir tahun ini.

“(Ini) bagian dari rencana membangun pabrik aluminium dengan kapasitas 1 juta ton pada 2028, dan pada akhirnya memproduksi ingot aluminium kelas atas untuk industri pesawat terbang dan kendaraan listrik,” kata seorang eksekutif perusahaan pekan lalu seperti dikutip dari Reuters Selasa (16/5)).

Nanshan juga berencana untuk membawa lebih banyak perusahaan China ke situs tersebut. Berbasis di provinsi Shandong China, Grup Nanshan mengatakan pelanggan aluminiumnya saat ini termasuk Airbus, Boeing, dan Tesla.

Untuk fasilitas bahan bakar alumina, Nanshan mengoperasikan pembangkit listrik tenaga batu bara berkapasitas 160 megawatt (MW) di KEK. “Perusahaan juga merencanakan fasilitas tenaga surya 100 MW dan juga telah setuju untuk membeli energi terbarukan dari PLN,” kata general manager situs tersebut, Hao Weisong.

Sekretaris Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus Susiwijono Moegiarso mengatakan perusahaan pengelola KEK, PT Bintan Alumina Indonesia, diberikan pembebasan pajak penghasilan penuh selama 20 tahun tahun lalu. Ia mengatakan, investasi di situs tersebut sejauh ini sudah mencapai Rp 17 triliun.

Presiden Indonesia Joko Widodo, yang mengunjungi lokasi tersebut tahun lalu, berfokus pada pengolahan mineral untuk mendapatkan lebih banyak nilai dari sektor pertambangannya yang luas, dan pemerintah dapat memberlakukan larangan ekspor pada bulan Juni untuk mineral yang belum diolah, termasuk bauksit.

Moegiarso mengatakan KEK telah berkomitmen untuk memasok 33,8% listriknya dari sumber terbarukan pada tahun 2032.