liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138
MASTER38 MASTER38 MASTER38 MASTER38 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 COCOL88 COCOL88 COCOL88 COCOL88 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 ZONA69 ZONA69 ZONA69 NOBAR69 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38
SLOT GACOR HARI INI SLOT GACOR HARI INI
BOSSWIN168 BOSSWIN168
BARON69
COCOL88
MAX69 MAX69 MAX69
COCOL88 COCOL88 LOGIN BARON69 RONIN86 DINASTI168 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 MABAR69 COCOL88
ronin86
bwtoto
bwtoto
bwtoto
master38
Logo

Menteri ESDM Telusuri Fakta Dugaan Ekspor BIjih Nikel Ilegal ke Cina

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengaku terkejut saat menerima informasi adanya dugaan ekspor ilegal lima juta ton bijih nikel ke China dari Januari 2020 hingga Juni 2022.

Dia mengatakan kementeriannya segera melakukan penyelidikan bersama dengan instansi pemerintah terkait. “Lima juta? Sebesar itu,” kata Arifin di Kementerian ESDM, Jumat (7/7).

Arifin juga menginstruksikan jajarannya untuk menindaklanjuti dugaan ekspor ilegal lima juta ton bijih nikel ke China melalui korespondensi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing. Koordinasi tersebut bertujuan untuk mendapatkan klasifikasi untuk mencatat ekspor komoditas mineral dari otoritas China.

“Tapi sejauh ini masih dalam penyelidikan karena penemuan bea cukai China. Kami masih mengumpulkan data verifikasi,” kata Arifin.

Informasi terkait dugaan ekspor nikel ilegal ke China pertama kali disuarakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). KPK mengacu pada data The General Administration of Customs of China (GACC) atau Administrasi Umum Kepabeanan China.

Arifin mengatakan dugaan ekspor ilegal bisa terjadi karena adanya perbedaan persepsi pencatatan ekspor komoditas mineral antara Indonesia dan China.

Hal senada disampaikan Plt Dirjen Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Muhammad Wafid, Selasa, 4 Juni lalu. Wafid mengatakan, perbedaan persepsi tersebut mengacu pada cara masing-masing negara menentukan kode penjualan barang tambang.

Sementara itu, Indonesia masih terbuka untuk mengekspor bijih besi yang kemungkinan masih mengandung mineral terkait berupa bijih nikel. “Perbedaan persepsi juga mungkin terjadi, tapi kita lihat dulu, selama ini kita harus menunggu karena kita juga berkomunikasi dengan bea cukai,” kata Arifin.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan menindaklanjuti dugaan ekspor ilegal lima juta ton bijih nikel ke China. Direktur Komunikasi dan Pembinaan Pengguna Jasa Kepabeanan dan Cukai, Nirwala Dwi Heryanto mengatakan, dugaan penyelundupan ekspor bijih nikel ke China sangat beralasan.

Pasalnya, pihaknya juga telah menemukan dan mencegah kejadian serupa dengan total 71.000 ton pada September 2021. “Lima juta ton bukanlah barang yang sedikit. Dugaan penyelundupan ini sudah berlangsung sejak 2020, artinya sejak dilarang ekspor bijih nikel dan konsentratnya,” kata Nirwala di Mining Zone CNBC, Senin (26/6).

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pertambangan Nikel Indonesia (APNI), Meidy Katrin Lengkey mengatakan, pihaknya mengetahui adanya ekspor bijih nikel ilegal tersebut. APNI juga sudah menutup masalah ini dengan Kementerian ESDM pada 2022.

Menurut Meidy, modus operandi ekspor bijih nikel ilegal yang dihadapi pihaknya pada 2021-2022 menggunakan kode HS 2604 yang mengacu pada komoditas nikel olahan atau nickel pig iron (NPI).

APNI menyebutkan, ekspor bijih nikel ilegal sebanyak 839.161 ton pada 2021 dan 1,08 juta ton pada 2022 dengan nilai sekitar US$ 54,64 juta. Praktik dua tahun tersebut sama-sama menggunakan modus operasi menggunakan kode HS 2064 yang mengacu pada produk bijih nikel olahan.

Meidy mengatakan kode HS 2604 merupakan kode penjualan untuk perusahaan pengolahan atau pabrik, bukan hasil tambang.

Ia mendorong Bea dan Cukai lebih berhati-hati dalam menyampaikan dokumen penjualan dengan melakukan pengecekan lebih lanjut terhadap komoditas yang dilaporkan dan mewaspadai pabrik yang memiliki akses ke pelabuhan internasional untuk ekspor produk nikel olahan.

“Dokumen laporan penjualan yang digunakan adalah HS 2604 yang untuk NPI atau semacamnya. Jadi bukan bijih nikel,” ujar Meidy di forum yang sama.

COCOL88 GACOR77 RECEH88 NGASO77 TANGO77 PASUKAN88 MEWAHBET MANTUL138 EPICWIN138 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21