liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138
MASTER38 MASTER38 MASTER38 MASTER38 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 COCOL88 COCOL88 COCOL88 COCOL88 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 ZONA69 ZONA69 ZONA69 NOBAR69 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38
SLOT GACOR HARI INI SLOT GACOR HARI INI
Senasib Nikel, Hilirisasi Bauksit Berpotensi Didominasi Investor Cina

Imbas Larangan Ekspor, Produksi Bauksit 2023 Diproyeksi Anjlok 38%

Kuota produksi bijih bauksit tahun ini diproyeksikan turun menjadi 31 juta metrik ton dibandingkan tahun sebelumnya 50 juta metrik ton.

Hal ini menyusul kekhawatiran para pengusaha yang melihat potensi bijih bauksit tidak terserap pasar domestik akibat kondisi fasilitas pengolahan mineral (smelter) yang belum optimal di tengah kebijakan larangan ekspor pada Juni lalu.

Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi), Rizal Kasli mengatakan rata-rata jumlah produksi tahunan yang tertuang dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) mencapai 50 juta ton per tahun dari 16 perusahaan tambang bauksit.

Menurut Rizal, pengusaha kini menyesuaikan kapasitas smelter dengan rencana produksi perseroan. Rata-rata volume tahunan sebesar 50 juta ton diprediksi hanya akan terealisasi sebesar 31 juta ton pada tahun 2023.

Ini berangkat dari perhitungan perusahaan yang melihat potensi bauksit mentah sebanyak 19 juta ton tidak terserap karena terbatasnya fasilitas peleburan.

“Karena ada 19 juta ton yang belum dialokasikan. Belum jelas alokasinya ke mana karena beberapa smelter belum selesai,” kata Rizal saat dihubungi melalui telepon, Selasa (10/1).

Rizal mengatakan, pelaku usaha yang tidak menyelesaikan atau membangun smelter berpotensi berhenti beroperasi karena bauksit mentah yang ditambang tidak bisa diolah atau dijual ke luar negeri.

Cara lainnya, perusahaan harus bermitra atau bekerja sama dengan perusahaan yang telah membangun smelter. Artinya, akan ada perusahaan yang tidak terafiliasi dengan merger dan berhenti mengekspor, kata Rizal.

Dia juga mengatakan, beberapa perusahaan tambang bauksit tidak mendapatkan persetujuan RKAB dari Kementerian ESDM, sehingga menimbulkan ancaman penundaan produksi awal tahun ini.

Menurut Rizal, hal itu terjadi karena ada perubahan kewenangan pengesahan RKAB dari yang ditandatangani Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menjadi Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba).

“RKAB harus diterbitkan akhir Desember. Kalau tidak, Januari tidak bisa diproduksi oleh pengusaha,” kata Rizal.